Keindahan gugusan pulau kecil dari salah satu
puncak di Pulau Pamutusan, Kelurahan Sungai Pisang, Kota Padang
(KLIKPOSITIF/Ocky Anugrah Mahesa)
Blogger templates
Senin, 22 Desember 2014
Rabu, 03 Desember 2014
Wisata Gunung Singgalang
Jalur pendakian Gunung Singgalang sangat mudah dan dilewati jalur kabel listrik. Di Gunung Singgalang ada Telaga Biru dan pemandangan puncak yang sangat indah
Indahnya Telaga Biru Gunung Singgalang di Kabupaten Agam
Gunung
Singgalang di Kabupaten Agam memiliki ketinggian 2877 meter dari
permukaan laut. Gunung ini adalah gunung startovolcano yang sudah tidak
aktif. Untuk mencapai Puncak Gunung Singgalang dibutuhkan waktu
sekitar 6 jam perjalanan dengan mendaki. Untuk mencapai puncak gunung
ada 3 jalur pendakian, yaitu Koto Baru, jalur Toboh dan Jalur Balingka.
Informasi Start pendakian
Titik awal pendakian Gunung Singgalang di Kabupaten Agam adalah dari Koto Baru lalu berlanjut ke Pandai Sikek. Di Pandai Sikek terdapat berbagai toko kerajinan atau oleh-oleh. Pintu masuk jalur pendakian terdapat antena pemancar stasiun televisi. Pintu masuk terletak di antara tumbuhan pimpiang yang mendominasi jalur awal pendakian. Pimpiang adalah sejenis tanaman rumput-rumputan besar menyerupai tanaman tebu dan bambu. Pendaki perlu menunduk atau membungkuk ketika lewat jalur ini karena batang pimpiang yang menunduk menutup jalur pendakian.
Vegetasi tropis dan cadas mendominasi jalur pendakian
Informasi Start pendakian
Titik awal pendakian Gunung Singgalang di Kabupaten Agam adalah dari Koto Baru lalu berlanjut ke Pandai Sikek. Di Pandai Sikek terdapat berbagai toko kerajinan atau oleh-oleh. Pintu masuk jalur pendakian terdapat antena pemancar stasiun televisi. Pintu masuk terletak di antara tumbuhan pimpiang yang mendominasi jalur awal pendakian. Pimpiang adalah sejenis tanaman rumput-rumputan besar menyerupai tanaman tebu dan bambu. Pendaki perlu menunduk atau membungkuk ketika lewat jalur ini karena batang pimpiang yang menunduk menutup jalur pendakian.
Vegetasi tropis dan cadas mendominasi jalur pendakian
Perjalanan
berikutnya di warnai oleh vegetasi hutan tropis. Hutan di gunung ini
sangat lembab dengan jumlah cadangan air yang banyak. Perjalanan di
jalur ini cukup menanjak dengan kemiringan rata-rata 45 derajat. Setelah
melewati vegetasi tropis, pendaki akan sampai di cadas yang berupa
bebatuan berwarna kuning dan ditumbuhi pepohonan berjenggot dan
Rhododendron. Dari cadas jika beruntung, pendaki akan mellihat
pemandangan Gunung Marapi, Danau Singkarak
di kejauhan serta pemandangan Kota Padang Panjang dan Bukittinggi.
Sangat mudah untuk mencapai ke puncak gunung karena di sepanjang jalur pendakian ada kabel listrik dan tiang unttuk patokan jalur.
Telaga Dewi di Jalur Pendakian
Setelah
melewati cadas, pendaki akan menemui pepohonan yang tertutup lumut
tebal tanaman perdu serta tumbuhan kantung semar. Tidak lama setelahnya,
pendaki akan menemui Telaga Dewi dengan pemandangan yang sangat indah.
Telaga Dewi adalah bekas kawah yang sudah tidak aktif. Dari telaga Dewi
menuju ke Puncak Singgalang memakan waktu kurang lebih selama satu jam
dengan jalur yang landai Telaga Dewi di Jalur Pendakian
Setelah hampir satu jam perjalanan, maka sampailah pendaki di Puncak Singgalang. Di puncak Singgalang ditandai dengan adanya antena pemancar. Semua lelah terbayar dengan keindahan pemandangan alam yang luar biasa di Puncak Gunung Singgalang di Kabupaten Agam.
Bukittinggi, Wisata Baru yang Menakjubkan
BUKITTINGGI, Bukittinggi satu kota tujuan
wisata di Sumatera Barat (Sumbar), kini memiliki obyek wisata baru, seperti tembok besar di Tiongkok namun bisa dengan leluasa kita lihat di kota ke-2 terbesar di Sumbar ini yakni
Jenjang 1.000 yang berada di daerah Bukit Apit.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Bukittinggi, Eldi Efra di Bukittinggi, Kamis (6/3/2014), mengatakan Jenjang 1.000 itu sudah menjadi kunjungan wisatawan dari dalam dan luar Bukittinggi.
Eldi mengatakan, ramainya wisatawan ke Jenjang 1.000 tersebut karena sudah dilakukan revitalisasi sehingga mudah dilalui wisatawan.
Sebelumnya, Jenjang 1.000 tidak terawat. Selain itu, jenjang masih berupa tanah serta tanpa adanya pagar di samping kiri dan kanan jenjang sehingga sulit dilalui. Namun setelah jenjang tidak lagi dari tanah serta sudah dibuat pagar di samping kiri dan kanannya, kini sudah ramai dikunjungi wisatawan lokal.
Ia menyebutkan, merevitalisasi Jenjang 1.000 tersebut menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) senilai Rp 15 miliar. "Revitalitasi jenjang tersebut dapat mendukung Bukittingggi sebagai kota wisata," katanya.
Bantuan revitalisasi Jenjang 1.000 sebesar Rp 15 miliar tersebut diberikan per tahap. Tahap pertama tahun 2013 senilai Rp 7,5 miliar dan tahap kedua Rp 7,5 miliar di tahun 2014. Kegiatan merevitalisasi Jejang 1.000 tersebut langsung dari Dinas Pekerjaan Provinsi Sumatera Barat.
Wakil Wali Kota Bukittinggi Harma Zaldi sebelumnya menyebutkan, bahwa bantuan dari pemerintah pusat dengan total Rp 15 miliar itu tak hanya untuk merevitalisasi Jenjang 1.000 tapi juga untuk membuat taman, kolam renang dan lainnya.
"Jika revitalisasi Jenjang 1.000, taman, kolam renang dan lainnya berada di bawah Ngarai Sianok itu berjalan lancar, maka Bukittinggi dapat menjadikan kawasan itu sebagai obyek wisata baru," katanya.
Jenjang 1.000 merupakan obyek wisata yang masih alami, berliku-liku menelusuri celah-celah tebing. Jenjang 1.000 ini digunakan masyarakat setempat untuk mengambil air minum ke lembah Ngarai Sianok.
Di samping itu, untuk berolah raga jalan kaki dengan latar belakang Gunung Merapi dan Singgalang yang anggun dan mempesona. Pada tempat wisata ini tersedia tempat peristirahatan, WC, kolam pancing, lokasi camping serta lapangan parkir yang luas.
Pengujung saat berada di Jenjang 1.000 itu dapat menyaksikan perilaku kera yang berkeliaran sambil bermain dan melompat dari dahan ke dahan dan burung-burung berkicau.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Bukittinggi, Eldi Efra di Bukittinggi, Kamis (6/3/2014), mengatakan Jenjang 1.000 itu sudah menjadi kunjungan wisatawan dari dalam dan luar Bukittinggi.
Eldi mengatakan, ramainya wisatawan ke Jenjang 1.000 tersebut karena sudah dilakukan revitalisasi sehingga mudah dilalui wisatawan.
Sebelumnya, Jenjang 1.000 tidak terawat. Selain itu, jenjang masih berupa tanah serta tanpa adanya pagar di samping kiri dan kanan jenjang sehingga sulit dilalui. Namun setelah jenjang tidak lagi dari tanah serta sudah dibuat pagar di samping kiri dan kanannya, kini sudah ramai dikunjungi wisatawan lokal.
Ia menyebutkan, merevitalisasi Jenjang 1.000 tersebut menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) senilai Rp 15 miliar. "Revitalitasi jenjang tersebut dapat mendukung Bukittingggi sebagai kota wisata," katanya.
Bantuan revitalisasi Jenjang 1.000 sebesar Rp 15 miliar tersebut diberikan per tahap. Tahap pertama tahun 2013 senilai Rp 7,5 miliar dan tahap kedua Rp 7,5 miliar di tahun 2014. Kegiatan merevitalisasi Jejang 1.000 tersebut langsung dari Dinas Pekerjaan Provinsi Sumatera Barat.
Wakil Wali Kota Bukittinggi Harma Zaldi sebelumnya menyebutkan, bahwa bantuan dari pemerintah pusat dengan total Rp 15 miliar itu tak hanya untuk merevitalisasi Jenjang 1.000 tapi juga untuk membuat taman, kolam renang dan lainnya.
"Jika revitalisasi Jenjang 1.000, taman, kolam renang dan lainnya berada di bawah Ngarai Sianok itu berjalan lancar, maka Bukittinggi dapat menjadikan kawasan itu sebagai obyek wisata baru," katanya.
Jenjang 1.000 merupakan obyek wisata yang masih alami, berliku-liku menelusuri celah-celah tebing. Jenjang 1.000 ini digunakan masyarakat setempat untuk mengambil air minum ke lembah Ngarai Sianok.
Di samping itu, untuk berolah raga jalan kaki dengan latar belakang Gunung Merapi dan Singgalang yang anggun dan mempesona. Pada tempat wisata ini tersedia tempat peristirahatan, WC, kolam pancing, lokasi camping serta lapangan parkir yang luas.
Pengujung saat berada di Jenjang 1.000 itu dapat menyaksikan perilaku kera yang berkeliaran sambil bermain dan melompat dari dahan ke dahan dan burung-burung berkicau.
Pulau Pasumpahan
Sudah diakui kalau Sumatera Barat itu punya paket wisata lengkap. Orang bilang nggak usah jauh-jauh ke luar negeri, ke Sumatera Barat saja semuanya ada. Mau kulineran, disini tempatnya. Mau melihat arsitektur dan budaya, di sini kental banget. Mau cari pegunungan dan lembah, Sumatera Barat tempatnya.
Kalau destinasi-destinasi wisata yang saya sebutkan barusan pasti sudah banyak yang tahu. Ternyata Sumatera Barat itu juga punya wisata bahari lho. Pasti nggak banyak yang tahu kalau Sumatera Barat punya kepulauan yang sangat indah dan cantik. Di sini saya mau sharing tentang Pulau Pasumpahan yang hanya berjarak 1 jam perjalanan dari pantai di Kota Padang.
Sumatera Barat memiliki kekayaan alam serta budaya masyarakatnya yang khas dan unik. Wilayah yang terbentang dari pesisir barat hingga bagian tengah Sumatera ini menyuguhkan pengalaman yang unik dan telah menjadikannya sebagai salah satu destinasi wisata terbaik dan favorit di Tanah Air.
Pulau Pasumpahan adalah sebuah pulau yang berada di perairan Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang, Sumbar. Oleh karenanya pulau ini dekat jika kita menggunakan speed boat dari Teluk Bungus yang berada dekat dari Kota Padang. Klaim akan keindahan lautnya membuat pulau ini mulai dikenal oleh wisatawan lokal dan mancanegara.
Pulau Pasumpahan berada sekitar 200 meter dari Pulau Sikuai. Pulau ini memiliki obyek wisata pantai pasir putih dengan terumbu karang yang masih terjaga. Selain itu pulau ini menjadi tempat berteduh atau berkumpulnya para nelayan. Di pinggir pantai kita bisa melihat banyak aktivitas nelayan di sini yang sedang menangkap ikan maupun menjaring ikan.
Potensi wisata bawah laut di kawasan wisata bahari pantai barat Kota Padang ini berupa kawasan ekosistem terumbu karang yang terdapat hampir di setiap pulau, di antaranya di Pulau Gosong. Selain dari terumbu karang berbagai jenis ikan karang atau ikan-ikan hias juga sangat menarik untuk dinikmati wisatawan.
Di perairan Kota Padang ditemukan 21 jenis ikan kepe-kepe yang didominasi oleh Chaetodon trifascialis. Lokasi-Iokasi penyelaman yang sudah mulai dipasarkan kepada wisatawan antara lain Pulau Gosong, Pulau Ular, Pulau Sirandah, dan Pulan Pandan.
Karena keindahan Pulau Pasumpahan dan pulau-pulau sekitarnya kini tengah diincar banyak investor lokal maupun asing untuk dikembangkan sebagai obyek wisata yang diunggulkan Sumbar. Ya, karena potensi pariwisata bahari di kepulauan Sumatera Barat ini benar-benar bagus dan bisa dikembangkan.
Dengan demikian, para wisatawan akan serasa terisolir jauh keriuhan kota meski sebenarnya hanya selangkah dari keramaian kota. Berkeliling di pulau ini bakal terasa menyenangkan. Dengan berjalan kaki wisatawan dapat menyaksikan panorama alam sekeliling pulau yang begitu memanjakan mata. Maka tidak salah kalau Pulau Pasumpahan ini disebut sebagai salah satu pulau terindah di Sumatera Barat. [kompas.com]
Sabtu, 29 November 2014
Batu cincin lumuik sungai dareh
Popularitas batu lumut Sungai Dareh, Kabupaten Dharmasraya yang
disebut juga sebagai giok Sumatera terus meroket. Selain disebabkan
keindahannya, kepopuleran batu lumut Sungai Dareh secara tidak langsung
juga dipengaruhi Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama. Presiden pertama AS dari
keturunan kulit hitam tersebut memasang batu akik lumut Sungai Dareh
tersebut di jari manis kanannya.Jumat, 28 November 2014
Harta Terpendam di Sumatera Barat
Hamparan pasir putih, deretan pepohonan kelapa yang tertata
rapi, birunya laut, indahnya ikan-ikan dan terumbu karang,,semuanya
dapat ditemukan di Pulau Sikuai, Padang Sumatera Barat.
Rabu, 26 November 2014
Pulau Pagang, Hawainya Sumatera Barat
Lepaskan kepenatan beraktifitas anda untuk berlibur di Pulau Pagang. Sebuah Pulau yang terletak di daerah Bungus - Padang dengan waktu tempuh 45 menit dari Bungus- Padang.
Keindahan Pantai, Kejernihan air laut dan kecantikan terumbu karang adalah surga bagi para pengunjungnya.
Brosur Pariwisata Kabupaten Solok Selatan
Langganan:
Postingan (Atom)


